Ketika Belajar Ekonomi Sambil Terpingkal-pingkal

Ilmu ekonomi, boleh dibilang merupakan disiplin ilmu yang rumit, terlebih ketika kita mempelajari “mikroekonomi”. Bagi mahasiswa tingkat sarjana, apalagi master, studi mikroekonomi umumnya adalah momok dan hantu yang dihindari. Pertama, pemahaman secara abstrak matematis membuat kadang mereka yang alergi dengan simbol matematika menjadi syok (pengalaman pribadi). Kedua, banyak buku mikroekonomi yang tidak menghubungkan antara teori dengan fakta di lapangan, sehingga tidak ada gambaran yang lengkap antara fakta di buku dengan kenyataan di dalam kehidupan. Sehingga kadang orang awam berkata, “Untuk apa saya belajar persamaan diferensial atau integral lanjut, kalau hanya untuk menghitung  laba?”
Tapi, tunggu dulu. Kali ini saya akan berikan informasi mengenai buku yang sangat berbeda dan akan meruntuhkan stigma bahwa mikroekonomi itu susah, abstrak, dan memuakkan. Ya, buku ini berjudul The Cartoon Introduction to Economics Volume One: Microeconomics. Edisi bahasa indonesianya sepertinya sudah terbit, kalau tidak salah penerbitnya KPG. Kalau tidak salah juga, saya pernah melihat di toko buku Gramedia di Malang.
Apa yang berbeda dari buku ini dengan buku-buku teks ekonomi mikro lainnya? Yeah, buku ini dikemas dalam format komik, yang dijamin membuat Anda bisa memahami ilmu mikroekonomi tanpa harus mengernyitkan dahi, berkeringat dingin, apalagi frustrasi. Saya jamin, Anda akan terpingkal-pingkal dengan lelucon-lelucon jenaka dari penulisnya. Siapa dia? Penulis buku ini adalahYoram Bauman, ahli ekonomi lingkungan dari University of Washington, Seattle, USA. Bauman ini adalah seorang dosen dan juga seorang pelawak (komedian) yang suka manggung di mana-mana. Bersama dengan Grady Klein, yang seorang kartunis dan ilustrator, Bauman berhasil menciptakan kreativitas baru dalam dunia pengajaran ilmu ekonomi ke dalam format komik yang lucu.
Buku ini pada intinya akan membahas pelajaran paling fundamental dari mikroekonomi, yaitu, bahwa manusia adalah seorang individu yang senantiasa mengoptimalkan kepuasannya. Selanjutnya, bagaimana individu yang “egois” itu berinteraksi dengan dua atau lebih individu yang juga mementingkan optimalisasi kepuasannya. Serta bagaimana jika individu yang “egois” ini berinteraksi dalam lingkungan yang lebih luas, yang diisi oleh individu yang juga sama-sama “egois”? Secara cerdas Bauman dan Klein, membuat suatu pertanyaan penting dan memang merupakan pertanyaan paling fundamental dari ilmu ini yaitu: “Dalam situasi macam apa optimisasi individu membuahkan hasil yang baik bagi kelompok secara keseluruhan?”. Dengan kata lain, bagaimana caranya kita bisa menciptakan suatu kondisi di mana kepentingan kita dalam memenuhi kebutuhan kita tidak merugikan orang lain atau orang banyak atau lingkungan di sekitar kita.
Buku ini wajib Anda miliki, khususnya bagi mereka yang selama ini menyukai ilmu ekonomi. Atau mereka yang sudah membeli banyak buku ekonomi namun tidak pernah bisa mengerti logika ilmu ini. Dan ketika Anda membacanya, maka, bersiap-siaplah untuk belajar ekonomi sambil tertawa terpingkal-pingkal. (rian121285)

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “Ketika Belajar Ekonomi Sambil Terpingkal-pingkal

  1. dharma

    kak…..di gramedia samarinda ada bukunya gak yaaa ? Bagus nie buat bahan ajar kuliah ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s