Di mana Kedaulatan Kita: Ekonomi Didominasi Asing!

by rian121285


APALAGI sudah yang bisa kita harapkan dari kekayaan alam kita. Bayangkan semua sektor ekonomi strategis kini didominasi asing. Ke mana saja pemerintah selama ini? Apa yang mereka kerjakan? Di mana tanggung jawab mereka sebagaimana yang diamanahkan dalam konstitusi: UUD 1945 Pasal 33, untuk melindungi dan menguasai bumi dan kekayaan alam dan cabang-cabang produksi strategis bagi sebesar-besarnya kemakmuran negeri ini?

Ekonomi yang Dijajah dan Ideologi
Sebagaimana dirilis Kompas, 23 Mei 2011. Sektor pertambangan kita tahun 2011, 75 persen dikuasai asing. Di sektor keuangan dan perbankan, 50,6 persen juga dikuasai asing. Industri telekomunikasi juga dikuasai asing. Termasuk juga kelapa sawit yang selama ini menjadi kebanggaan kita, nyatanya mayoritas dikelola perusahaan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Biang kerok semua ini gara-gara terlalu liberalnya aturan Undang-Undang Penanaman Modal yang selama ini dijalankan pemerintah, yang memungkinkan pihak asing bisa memiliki hingga 90 persen saham kepemilikan pada sektor nasional (seperti sektor finansial). Inilah rentetan ketidakbecusan menyusun UU Penanaman Modal tanpa melihat dampak jangka panjangnya. Intinya manajemen kelembagaan negara kita buruk sekali dalam melindungi sektor nasional.

Kita punya Mahkamah Konstitusi (MK) yang bertugas menjaga perangkat negara selaras dengan Pancasila dan UUD 1945. Sebut saja UU Kelistrikan itu seluruhnya ditolak MK. UU BHP juga ditolak. UU yang nyata tidak ditolak selama ini ya berarti sah-sah saja. Jadi secara normatif, regulasi yang dilaksanakan selama ini “dianggap” sudah sesuai dengan konstitusi. Berarti UU Penanaman Modal kita, yang “maha liberal” itu, juga sudah sesuai konstitusi. Tapi ini lelucon dari mana. Negara kita berideologi Pancasila, tapi juga liberal. Berarti kita fundamentalisme pasar.

Tapi memang begitulah tren negara-negara di dunia sekarang. Pembicaraan warna ideologi ini kini sudah selesai. Seperti yang disampaikan Pemimpin Cina, Deng Xiao Ping: tidak peduli kucing itu warna merah, atau hitam, atau putih, yang paling penting kucing itu bisa menangkap tikus. Jadi masalah ideologi kita kapitalis, sosialis, atau pancasilais, atau campur sari sekalipun, tak mengapa.Yang penting tujuan tercapai, yang penting rakyat makmur, negaranya maju. Titik.

Dosa Apa?
Masalahnya, di Indonesia ini dosanya dua. Pertama, kerap tidak konsisten terhadap ideologinya (mengaku pancasilais tapi liberal; mengaku liberal tapi pancasilais). Kedua, tata kelola yang buruk, yang salah urus, sehingga kalah terus dengan negara lain (dijajah). Persoalannya itu sekarang ada di leadership, ada di manajerial, ada di pelaksanaan.

Bayangkan, pemerintah yang segemuk ini, dengan sumber daya kelembagaan yang melimpah, anggaran yang besar, harusnya bisa membawa kemakmuran bagi rakyat. Kalau Malaysia bisa seperti itu, kenapa kita ini tidak. Masalahnya sekarang bukan ideologi, tapi kapabilitas alias kemampuan manajerial. Pemerintah (eksekutif-legislatif) baik di pusat, lebih-lebih di daerah, mereka tidak capable mengelola sumber daya. Terutama strategi ekonomi. Keok. Malaysia misalnya, sektor ekonomi yang tidak mampu bersaing secara global dilindungi. Tapi Indonesia mayoritas semua dilepas. Akibatnya, buah impor membanjiri pasar kita, hingga ke pasar lokal. Termasuk buah yang sebelumnya kita kuasai, seperti jeruk dan durian. Sehingga apa yang dicapai? Usaha banyak yang tutup, PHK di mana-mana, orang miskin makin banyak, pengangguran makin besar. Bahkan dengar-dengar, kini banyak Pemda yang “ikut-ikutan” bangkrut (cekak anggaran) akibat terlilit hutang. Alamak, bikin malu saja.

Ironisnya, pemerintah, baik di pusat dan daerah, semakin terjebak pada pencitraan untuk “berkuasa” lagi, daripada sibuk-sibuk menyusun strategi memikirkan kedaulatan perekonomian negaranya sendiri. Jadi lengkaplah sudah penderitaan kita sekarang.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s